Kamis, 24 April 2014

Petani Muda Jadi Anggota Dewan

Islamedia.co -  Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya milik orang-orang yang berharta melimpah dan gelar akademik mentereng. Caleg dari PKS satu ini salah satunya. Warsito, salah satu caleg dari PKS ini, adalah seorang petani yang berani mencalonkan diri menjadi caleg di DPRD hanya bermodalkan tekad dan semangat untuk mengabdi kepada masyarakat.

Caleg yang kesehariannya menjadi petani ini, yakin dan optimis bisa menjadi Aleg di DPRD Tuban meskipun tanpa menggunakan senjata “money politik” dan bentuk-bentuk pemenangan yang tidak sesuai aturan lainnya. Asalkan masyarakat menganggap caleg tersebut layak menjadi wakil mereka di meja parlemen, beliau yakin lolos menjadi Aleg. Karena masyarakat sekarang sudah cerdas, yang memberi uang berarti akan minta ganti saat menjabat nanti. Karena masyarakat sudah mulai sadar, baik buruknya kinerja anggota legislatif atau pejabat apapun tidak dilihat dari hartanya atau pekerjaannya sebelum menjadi pejabat, tetapi lebih tampak dari kinerjanya selama ini dan wujud tanggung jawabnya selama menjalani pekerjaanya.

Soal Perlindungan Anak, Semua Pihak Harus Proaktif

PKSSOKO - Maraknya kasus kekerasan terhadap anak membuat prihatin Wakil Ketua Komisi VIII yang membidangi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ledia Hanifa Amaliah. Apalagi dalam tiga tahun terakhir diketahui kasus kekerasan yang menimpa anak justru mengalami peningkatan.

"Ironisnya, kekerasan pada anak kini berlangsung dimana-mana. Di area publik seperti jalanan, mall, sekolah, hingga di rumah yang seharusnya menjadi tempat teraman bagi anak. Begitu pula pelakunya tidak hanya orang asing tetapi seringkali justru dilakukan oleh orang yang dikenal, yang dekat, hingga kerabat dan keluarga sendiri," urai Ledia pada Kamis (17/4).

Ledia menilai salah satu sebab mengapa angka kekerasan pada anak meningkat karena masih minimnya kesigapan setiap elemen masyarakat baik orangtua, guru, tokoh masyarakat, aparat pemerintah hingga aparat hukum dalam mengimplementasikan upaya memenuhi hak-hak anak dan memberi perlindungan terhadap anak.

Prediksi Jawa Pos Meleset Di Kota Pahlawan

PKSSoko - Kalau hari ini PKS Surabaya bisa menjungkirbalikkan analisa Jawa Pos, media mainstream di Jawa Timur yg memberitakan secara sangat masif bahwa PDIP akan merebut 22-24 kursi di DPRD Surabaya sedangkan PKS dihina sedemikian rupa dengan membentuk opini bahwa PKS tidak bakal mendapat kursi sama sekali, maka penyebabnya bukanlah karena kehebatan leadership para pemimpin PKS Surabaya. Bukan pula karena kecanggihan tim analisa datanya. Menurut keyakinan yg ada dalam jiwa kami, semua peristiwa di atas hanya mempunyai satu tafsir, yakni takdir Allah. Kehendak Allah jua yg membuat mereka akhirnya terpaksa menulis beritanya hari ini dengan judul "BPP tinggi, kursi PDIP anjlok" untuk menutupi rasa malunya.. Sebab ternyata PDIP hanya mendapatkan 15 kursi, sedangkan PKS alhamdulillah mampu meningkat suaranya hingga lebih dari 8000 suara dan mampu merebut 5 kursi ! Allahu Akbar !
by : Hamy Wahjunianto
Ketum DPW PKS JATIM
*fb

Rabu, 23 April 2014


SUBANG - Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 telah usai. Ditengah gempuran 'bom' partai-partai berduit, PKS Subang, Jawa Barat, tetap eksis. Meski secara total suara hanya menduduki ranking 6, tapi perolehan kursi fenomenal, yaitu 7 kursi. Hal ini berarti PKS menempati rangking 2 perolehan kursi DPRD sama dengan Partai Golkar.
Nah, dari 7 caleg PKS Subang yang lolos menjadi anggota dewan salah satunya adalah Pak Raska, tukang tambal ban yang profilnya ramai diberitakan media massa saat masa kampanye, bahkan ikut ditampilkan di acara Mata Najwa.

Raska lolos ke DPRD Subang dari dapil 7 (Cikaum, Purwadadi, Tambakdahan, Binong).

Sebagai tukang tambal ban, Raska mendapatkan penghasilan perharinya itu mencapi Rp50 ribu. Adapun untuk modal pencalonannya sebagai anggota dewan, dirinya mengaku tidak punya apa-apa. "Nggak ada modal, ya modal saya itu pas-pasan," tuturnya.

Jumat, 13 Desember 2013

Membongkar Penyimpangan PKS dan Kader-kadernya di Indonesia

 Siang-siang dan saat hujan seperti ini, ditengah galau tingkat tinggi, saya ingin berbagi nih, tentang salah satu partai politik #PKS
tentang sepak terjangnya dan beberapa penyimpangannya di Indonesia. Semoga Masyarakat bisa sadar dan terbuka hatinya #PKS

oia, tweeps, saya mantan Kader Pendukung Partai #PKS ini, yg sdh sekitar 20 tahun dan sudah berkecimpung dgn berbagai sejarah partai ini

1. Berbicara partai yang satu ini memang tidak ada habisnya. Sejak muncul pertama kali tahun 98 yang kala itu bernama Partai Keadilan. #PKS

2. Sampai sekarang bernama PKS, sudah banyak penyimpangan2 yang dilakukan, baik ditingkat daerah ataupun ditingkat pusat. #PKS

3. Partai yang awalnya hanya punya 30.000-an kader itu, sekarang sudah 1 jutaan kader. #PKS

4. Berikut akan saya sampaikan beberapa penyimpangan2 PKS sejak dari tahun 2004 - Sekarang. #PKS