Caleg DPR-RI Nomor 1

Jumat, 13 Desember 2013

Membongkar Penyimpangan PKS dan Kader-kadernya di Indonesia

 Siang-siang dan saat hujan seperti ini, ditengah galau tingkat tinggi, saya ingin berbagi nih, tentang salah satu partai politik #PKS
tentang sepak terjangnya dan beberapa penyimpangannya di Indonesia. Semoga Masyarakat bisa sadar dan terbuka hatinya #PKS

oia, tweeps, saya mantan Kader Pendukung Partai #PKS ini, yg sdh sekitar 20 tahun dan sudah berkecimpung dgn berbagai sejarah partai ini

1. Berbicara partai yang satu ini memang tidak ada habisnya. Sejak muncul pertama kali tahun 98 yang kala itu bernama Partai Keadilan. #PKS

2. Sampai sekarang bernama PKS, sudah banyak penyimpangan2 yang dilakukan, baik ditingkat daerah ataupun ditingkat pusat. #PKS

3. Partai yang awalnya hanya punya 30.000-an kader itu, sekarang sudah 1 jutaan kader. #PKS

4. Berikut akan saya sampaikan beberapa penyimpangan2 PKS sejak dari tahun 2004 - Sekarang. #PKS

Kamis, 12 Desember 2013

Penjara dalam Kaca Mata Pencetak Sejarah

Sayyid Quthb di penjara (foto blogammar.com)
Dalam kaidah-kaidah kehidupan orang besar di setiap lapis zaman, penjara memiliki makna yang unik, berbeda dan kelak menyejarah.

Kita mulai dari Ibnu Taimiyah. Bagi beliau, penjara tak ubahnya surga. Di sana, beliau memiliki kesempatan tak terbatas untuk selalu 'berdua' dengan Allahnya. Ungkapan beliau yang sering dikutip, kurang lebih bermakna, "Bahwa surga, kebahagiaan, adanya di dalam hati." Sehingga, selama hati selalu lapang, dekat dengan Allah Sang Pencipta, tak berartilah semua masalah terkait dunia yang remeh temeh ini.


Selanjutnya, ada Sayyid Quthb. Pemikir Islam yang sempat melalang buana di Negeri Paman Sam ini, akhirnya menemukan pelabuhan hatinya pada Islam yang mulia. Karena vokalnya beliau dalam menentang segala macam pemikiran yang menentang Islam, beliau dipenjara oleh rezim keji Mesir kala itu.

Quthb yang dipenjara, tak mau menyia-nyiakan kesempatan berharga itu. Bayangkan, bagaimana bisa, seseorang yang dipenjara sanggup menyelesaikan tafsir yang kemudian menjadi monumental di sepanjang zaman? Kapan menulisnya? Kertas dan tintaya dari mana? Apakah ada penerangan yang cukup? Bagaimana untuk hunting informasi? Dan, seterusnya.

Rabu, 11 Desember 2013

Ujian itu Memisahkan Emas atau Loyang


Foto Pks Jatim. 

 
Suatu ketika di bulan Syawal tahun 05 Hijriyah...
Sepuluh ribu pasukan mengepung Madinah. Ini adalah pasukan koalisi terbesar yang pernah dihimpun bangsa Arab saat itu. Terdiri dari suku Quraisy, Kinanah, sekutu-sekutu dari Tihamah, Bani Sulaim, serta kabilah-kabilah Ghathafan. Pendek kata, seluruh suku memerangi Madinah. Jika hizb diartikan partai, maka perang ahzab ini maknanya adalah seluruh partai memusuhi Madinah.

Ini ujian berat. Tapi melalui ujian inilah Allah memisahkan mana yang emas dan mana yang loyang. Al Qur’an menjelaskan, ada empat golongan orang-orang Madinah menyikapi perang ahzab ini.

Pertama, orang-orang munafik. Melihat pasukan ahzab datang, tampaklah kemunafikannya. Karena sesungguhnya mereka tidak pernah mempercayai janji Allah. “Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata, ‘Allah dan RasulNya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya.’” (QS. Al Ahzab : 12).

Selasa, 10 Desember 2013

Ulil dan Liberalis Ingin Hapus Kolom Agama di KTP, Ini Tanggapan PKS


Oleh Mahfudz Siddiq
DPP PKS


Laki dan Perempuan itu jenis kelamin. Gampang dicek pada tiap bayi. Gay dan Lesbi itu orientasi seksual. #KTP
Bhineka Tunggal Ika punya latar sejarah dan filosofinya. Satu nusa, bangsa dan bahasa. Bukan ragam orientasi seksual. #KTP

Kolom agama di #KTP ya perlu. Kalau mati tak ada keluarga jadi tahu pakai cara apa ngurus jenazahnya. Kecuali mayat yg gak mau diurus.

Kalau gak setuju kolom agama di #KTP krn menganut paham lain, ya tulis aja: tidak beragama. Gitu aja kok repot.

Minggu, 08 Desember 2013

Anis Matta: Indonesia Butuh 'Dirigen Orkestra', Bukan 'Penyanyi Solo'



LAMPUNG - Indonesia butuh pemimpin yang efektif, bukan pemimpin yang kuat. Demikian diungkapkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Anis Matta dalam kesempatan tanya jawab pada Dialog Kebangsaan di Universitas Lampung (Unila), Sabtu (7/12).


Di hadapan Rektor Unila Sugeng P. Harianto dan 3000 audiens yang memadati Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Anis yang hari itu tepat merayakan ulang tahun ke-45, menyatakan bahwa akibat sistem demokrasi, maka otoritaspun hilang.


"Sekarang presiden hingga kepala daerah dipilih langsung. Bagaimana kalau presidennya 'biru', gubernur merah, walikota atau bupatinya kuning?" ujar Anis.


Ia memberi contoh, jika pemerintah ingin membuat tol atau jalur KA trans sumatera melewati 10 provinsi dan di setiap provinsi ada 3 kabupaten. "Maka pertanyaan teknisnya adalah pembebasan lahannya bagaimana? Anda harus deal dengan 30 bupati dan 10 gubernur," ujarnya.